Minggu, 13 Mei 2012

Madu atau Racun


Wanita, makhluk terindah dimuka bumi dan yang paling sering menggoda kaum Adam selalu menjadi tanda tanya. Pasalnya mereka kerap kali menjadi penyangga hidup dan pemberi semangat bagi seseorang yang memujanya, namun tak sedikit pula yang hancur dan menderita dibuat oleh sikap dan perilakunya, Oleh karena hal itu banyak yang mengatakan bahwa wanita adalah racun dunia. namun bukanlah seorang yang bijak apabila menilai sesuatu dari satu sudut pandang saja. Seorang lelaki pada umunya akan menaruh harapan lebih pada seorang yang dipujanya, ingin mendapat perhatian darinya, dan yang paling fatal adalah berharap apa yang dirasakan sama seperti yang ia rasakan. kemudian apabila apa yang jadi kenyataan adalah sebaliknya, maka hancurlah hatinya, hancur apa yang diimpikanya, sampai-sampai hancur apa yang menjadi tujuan hidupnya. Namun apabila sesuai dengan yang diharapkan, maka bangkitlah ia, wanita menjadi seperti pahlawan dalam hidupnya, menjadi sosok yang membuatnya terus melesat menggapai cita-cita hanya karna demi yang dipujanya.

Pada hakekatnya semua hal tersebut bukan karena wanita itu sendiri, namun karena sang lelakilah yang tidak mampu mengatasi dan memipin kaum hawa, serta memenuhi hak-hak dan kewajibanya tersebut. kaum hawa mempunyai sifat yang sejak Adam tercipta dan Hawa bersanding bersamanya trus merasuk ke smua keturunanya. diantara sifat tersebut adalah wanita lebih bersifat materialistis dibanding laki-laki , wanita lebih sensitif, dan mereka lebih pandai menaklukan hati leleki. Seperti yang terlukis dalam kisah Nabi Adam yang memakan buah Khuldi karena bujukan Dewi Hawa, Barseso yang Ahli Ibadah berakhir Su'ul Khotimah karena melihat rayuan gadis cantik jelita, dan masih banyak lagi kisah-kisah yang menampakan sifat-sifat khas bagi kaum hawa yang mampu membuat anak keturunan adam dibuat tak berdaya karenanya.

Dilain pihak wanita justru menjadi motifator yang sangat luar biasa bagi kaum lelaki, seperti Siti Khodijah yang menjadi tameng bagi Rasulullah dari gangguan dan hujatan kaum Qurays, Rabi'atul adawiyah yang membuat Shaikh Hasan Basri lebih mementingkan Tuhanya dari pada hal yang berbau duniawi, serta Istri Gusdur yang menyulap Gusdur menjadi Gusdur yang hebat bermain politik dan jago dalam memecahkan masalah dengan kontrofersial ciri khasnya, menjadi bukti nyata dan menepis anggapan bahwa wanita adalah racun dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar